Assalamua'alaikum Wr,Wb
Dalam postingan pertama saya di blog ini,saya akan mengisinya dengan resume perkuliahan "Teori Sistem"yang sudah berjalan 5 pertemuan presentasi kelompok 1 s.d 5 berikut ini adalah pemaparannya.
PENDEKATAN SISTEM
1. Pengertian Pendekatan Sistem
Dari
definisi-definisi menurut para ahli, saya dapat menarik kesimpulan
bahwa, pendekatan sistem adalah suatu cara yang digunakan untuk membuat suatu
kegiatan atau program menjadi tersistem atau segala sub sistemnya berjalan baik
sesuai dengan tujuan.
2.
Jaringan
Kerja
Pada dasarnya perencanaan jaringan kerja menggunakan cara berpikir sistem (pendekatan sistem)
yang melihat pekerjaan sebagai salah satu sub sistem dari sistem organisasi secara keseluruhan.
Kegunaan jaringan kerja :
1. Proyek-proek
kompleks dengn multi kegiatan yang saling tergantung
2. Proyek
besar yang banyak melibatkan orang
3. Proyek
yang memerlukan koordinasi antar departemen atau antar pejabat
4. Proyek
yang memerlukan informasi padat dan kontiniu.
5. Proyek-proyek
yang harus diselesikan dalam waktu yang tepat dan biaya yang terbatas.
Keuntungan jaringan kerja :
·
Merencanakan proyek secara detail
·
Pengaturan waktu, usaha dan perhatian
tertentu secara lebih intensif
·
Perencanaan jaringan kerja sangat membantu
dalam komunikasi.
· Dengan perencanaan jaringan kerja dapat
dimunginkan pelaksanaan proyek secara lebih ekonomis, dan tidak ragu-ragu dalam
mendayagunakan berbagai sumber yang dibutuhkan.
3.
PERT
(Programme Evaluation and Review Technique)
PERT atau jika diterjemahkan dalam bahasa indonesia teknik
pengevaluasian dan
peninjauan kembali
Komponen-Komponen Jaringan PERT :
1.Peristiwa (event)
2.Kegiatan (activity)
3.Waktu kegiatan (activity time)
Kegunaan PERT :
· Dapat mencari beberapa alternatif tindakan pencegahan, karena dapat mengetahui
jauh sebelumnya hambatan-hambatan yang terjadi
· Dapat menyiapkan langkah-langkah apa yang
harus ditempuh,
· Gambaran suatu jaringan kerja memberikan
bantuan yang sangan penting dalam komunikasi
· Jaringan kerja memberikan kesempatan untuk
memilih kegiatan yang bersifat lebih ekonomis
PENDEKATAN
SISTEM PADA MASA YANG AKAN DATANG
Pendekatan system pada masa yang akan
datang
Pendekatan
Sistem adalah upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang dilakukan dengan
melihat masalah yang ada secara menyeluruh dan melakukan analisis secara system.
Penerapan pendekatan sistem :
ร Pendekatan sistem menekankan pada kriteria yang akan
meningkatkan kelangsungan organisasi
ร Kemampuan organisasi dalam memperoleh sumber-sumber.
ร Memelihara interaksi di dalam dan dengan lingkungan
di luar organisasi.
ร Relasi dengan lingkungan yang menjamin secara terus
menerus perolehan masukan
ร Efisiensi dalam transformasi masukan menjadi
keluaran
ร Komunikasi yang transparan.
ร Tingkat konflik antar kelompok.
ร Tingkat kepuasan pegawai.
Sistem
Perencanaan
Tujuan perencanaan adalah untuk memberikan pengarahan baik untuk
yaitu sasaran (goals) dan rencana itu sendiri (plan).
Sasaran adalah hal yang ingin
dicapai oleh individu, grup, atau seluruh
organisasi. Sasaran sering pula disebut tujuan
. A.Analisis
Sistem dalam organisasi
Seperti
halnya dengan sistem organisasi, maka analisis sistem adalah pemecahan
masalah
secara ilmiah dan interdisipliner Bedanya
dengan sistem organisasi adalah
analisis sistem membagi keseluruhan menjadi
bagian-bagian dan kemudian merakit
kembali bagian-bagian ini menjadi sejenis
keseluruhan sebaliknya analisa kuantitatif
selalu bekerja menurut organisasi
yang telah ada.
B.
Tugas
dan Tanggung Jawab Manajer
a. Top Management (Manajemen Tingkat Atas)
Kebutuhan sistem informasi bagi pihak top management memiliki ciri-ciri sebagai berikut,yaitu:
1) Bekerja
untuk mengonsep dan mewujudkan visi dan misi perusahaan.
2) Merancang
strategi perusahaan secara keseluruhan, termasuk memutuskan kebijakan akuisisi (perolehan atau pemerolehan) dan
merger (penyatuan usaha sehingga
tercapai pemilikan dan/atau pengawasan bersama; penggabungan)
b. Middle
Management (Manajemen Tingkat Menengah)
Kebutuhan sistem informasi bagi pihak
middle management memiliki ciri-ciri sebagai berikut, yaitu :
1) Middle
management bertugas menjembatani informasi yang berhubungan antara top dan
lower management.
2) Mengedepankan
konsep efektivitas dalam melaksankan pekerjaan.
3) Bertanggungjawab
terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh pihak lower management, dan berusaha
memperkecil risiko pekerjaan yang akan terjadi nantinya.
4) Middle
management bertugas mengkoordinir unit-unit yang ada di lower management.
ANALISIS
SISTEM
Analisis sistem adalah kunci yang digunakan perencanaan dalam proses
pemecahan masalah, ini direncanakan untuk menentukan apayang dapat dijalankan
untuk perencanaan sistem dan direncanakan dengan analisis kebutuhan dan
mengidentifikasi alternatif yang mungkin
dilaksanakan.
Alasan Penggunaan
Analisis Sistem
Menurut
Winardi, pada langkah awal seorang analis harus memahami dan mengerti
mengapa
ia menggunakan analisis sistem dan tentunya dilandasi oleh beberapa alasan,
diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Penggunaan
analisis sistem sebagai alat untuk memecahkan masalah organisasi yang
berhubungan dengan penetapan waktu, peramalan,control persediaan yang perlu diperbaiki.
2. Penggunaan
analisis sistem karena adanya penerapan peraturan baru dalam organisasi, seperti
undang-undang baru, praktek akunting baru, jasa organisatoris baru, ataupun
praktek manajemen yang baru.
3. Penggunaan
analisis sistem karena adanya keinginan untuk mengimplementasikan sebuah ide
baru, teknologi baru maupun teknik baru dalam organisasi, seperti; OCR (optical
character recognition) untuk mencatat pesanan-pesanan para langganan yang
menyebabkan terjadinya sistem baru dalam organisasi.
4. Analisis
sistem dapat digunakan karena adanya suatu keinginan untuk menemukan cara yang
lebih dalam melakukan suatu pekerjaan.
SISTEM DESAIN KERJA
1.
Desain Pekerjan
Desain pekerjaan ialah proses penentuan tugas-tugas yang akan
dilaksanakan,
metode-metode yang digunakan untuk melaksanakan tugas, dan
bagaimana pekerjaan
tersebut berkaitan dengan pekerjaan lainnya dalam
organisasi
Manfaat desain
pekerjaan memiliki tujuan agar :
·
Efisiensi
operasional, produktifitas dan kualitas pelayanan menjadi optimal.
·
Fleksibilitas
dan kemampuan melaksanakan proses kerja secara horizontal dan hirarki.
·
Minat,
tantangan, dan prestasi menjadi optimal.
·
Tanggung
jawab tim ditetapkan sedemikian rupa,
sehingga bisa meningkatkan kerja sama dan efektifitas tim.
·
Integrasi
kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan organisasi.
2.
Mendesain Kembali Pekerjaan (job redesign)
Dapat
disimpulkan mendisegn kembali pekerjaan merupakan kegiatan merancang
atau
menyusun kembali rencana-rencana yang telah dibuat tentang tugas-tugas dari
pekerjaan para pegawai sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan individu.
Luthans
mengemukakan bahwa untuk mendesain kembali pekerjaan dapat
digunakan berbagai
cara, antara lain :
1. Memvariasikan
keterampilan
2. Mengidentifikasi Tugas
3. Mengsignifikan tugas-tugas
4. Otonomi pekerjaan
5. Memberikan umpan balik terhadap
pekerjaan sendiri
6. Memberikan umpan terhadap agen-agen
3. Pendekatan dan Teknik Desain Kerja (job design)
.
Friederick Taylor mengemukakan beberapa pendekatan yang dapat digunakan oleh
para pimpinan untuk mendesain pekerjaan dan mendesain kembali pekerjaan baik
berupa tugas-tugas kelompok maupun individu.
Pendekatan
tersebut diantaranya adalah:
1. Setiap
pekerjaan diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang berlainan yang selalu dimulai
dari awal dan selalu diakhiri dengan baik.
2. Diusahakan
bagaimana para pekerja dapat menganalisa penampilan kerja, maupun gerak gerik
mereka dalam bekerja.
3. Memeriksa
beberapa alternative atau cara yang efisien untuk mengerjakan tugas.
4. Melatih
para pekerja untuk dapat melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien.
4.
Teknik-teknik Mendesain Kerja
Rotasi Kerja (job rotation)
rotasi kerja adalah variasi horizontal atau perpindahan pekerjaan secara
horizontal.
Perpindahan pekerjaan secara horizontal dapat diterapkan
padahal-hal dasar yang
dirancang ,yakni dengan program latihan dimana para
pegawai memerlukan waktu
lebih kurang tiga bulan dalam suatu aktivitas,
kemudian baru dilanjutkan dengan
pekerjaan yang lain.
Perluasan Kerja (job enlargement)
Stoner menjelaskan bahwa
perluasan pekerjaan dapat menanggulangi ketidakpuasan
pegawai dalam bekerja,
dengan cara meningkatkan bidang pekerjaannya, dimana
pekerjaan dikombinasikan
sesuai dengan fungsi horizontal dari suatu unit organisasi
Pengayaan kerja (job enrichment)
Pengayaan kerja berusaha untuk menghilangkan ketidakpuasan kerja dengan
meningkatkan kedalaman pekerjaan. Menurut stoner dalam pengayaan kerja
kegiatan-
kegiatan kerja dari suatu bidang vertical dari suatu unit organisasi
dikombinasikan
dalam suatu bentuk pekerjaan ,sehingga pegawai dapat merasakan
adanya otonomi
pada pelaksanaan pekerjaan yang lebih besar