Rabu, 01 April 2015

Resume Perkuliahan



Assalamua'alaikum Wr,Wb

Dalam postingan pertama saya di blog ini,saya akan mengisinya dengan resume perkuliahan "Teori Sistem"yang sudah berjalan 5 pertemuan presentasi kelompok 1 s.d 5 berikut ini adalah pemaparannya.


PENDEKATAN SISTEM


1.  Pengertian Pendekatan Sistem

Dari definisi-definisi menurut para ahli, saya dapat menarik kesimpulan bahwa, pendekatan sistem adalah suatu cara yang digunakan untuk membuat suatu kegiatan atau program menjadi tersistem atau segala sub sistemnya berjalan baik sesuai dengan tujuan.




  2.     Jaringan Kerja
Pada dasarnya perencanaan jaringan kerja menggunakan cara berpikir sistem (pendekatan sistem)
 yang melihat pekerjaan sebagai salah satu sub sistem dari sistem organisasi secara keseluruhan.
 Kegunaan jaringan kerja :
 
1.    Proyek-proek kompleks dengn multi kegiatan yang saling tergantung 
2.    Proyek besar yang banyak melibatkan orang 
3.    Proyek yang memerlukan koordinasi antar departemen atau antar pejabat 
4.    Proyek yang memerlukan informasi padat dan kontiniu. 
5.    Proyek-proyek yang harus diselesikan dalam waktu yang tepat dan biaya yang terbatas.

Keuntungan jaringan kerja :
·         Merencanakan proyek secara detail 
·         Pengaturan waktu, usaha dan perhatian tertentu secara lebih intensif 
·         Perencanaan jaringan kerja sangat membantu dalam komunikasi. 
·     Dengan perencanaan jaringan kerja dapat dimunginkan pelaksanaan proyek secara lebih ekonomis, dan tidak ragu-ragu dalam mendayagunakan berbagai sumber yang dibutuhkan.

3.     PERT (Programme Evaluation and Review Technique)
 PERT atau jika diterjemahkan dalam bahasa indonesia teknik pengevaluasian dan
peninjauan kembali

Komponen-Komponen Jaringan PERT :
1.Peristiwa (event)
2.Kegiatan (activity)
3.Waktu kegiatan (activity time)

Kegunaan PERT :
  ·   Dapat mencari beberapa alternatif  tindakan pencegahan, karena dapat mengetahui
      jauh sebelumnya hambatan-hambatan yang terjadi
·     Dapat menyiapkan langkah-langkah apa yang harus ditempuh,
·     Gambaran suatu jaringan kerja memberikan bantuan yang sangan penting dalam komunikasi
·     Jaringan kerja memberikan kesempatan untuk memilih kegiatan yang bersifat lebih ekonomis

  

PENDEKATAN SISTEM PADA MASA YANG AKAN DATANG


 Pendekatan system pada masa yang akan datang

Pendekatan Sistem adalah upaya untuk melakukan pemecahan masalah yang dilakukan dengan melihat masalah yang ada secara menyeluruh dan melakukan analisis secara system.

Penerapan pendekatan sistem :
ร˜  Pendekatan sistem menekankan pada kriteria yang akan meningkatkan kelangsungan organisasi
ร˜  Kemampuan organisasi dalam memperoleh sumber-sumber.
ร˜  Memelihara interaksi di dalam dan dengan lingkungan di luar organisasi.
ร˜  Relasi dengan lingkungan yang menjamin secara terus menerus perolehan masukan
ร˜  Efisiensi dalam transformasi masukan menjadi keluaran
ร˜  Komunikasi yang transparan.
ร˜  Tingkat konflik antar kelompok.
ร˜  Tingkat kepuasan pegawai. 



Sistem Perencanaan

Tujuan  perencanaan  adalah untuk memberikan pengarahan baik untuk
manajer maupun karyawan nonmanajerial.Perencanaan terdiri dari dua elemen penting,
yaitu sasaran (goals) dan rencana itu sendiri (plan). Sasaran adalah hal yang ingin
dicapai oleh individu, grup, atau seluruh organisasi. Sasaran sering pula disebut tujuan
                      
 .                A.Analisis Sistem dalam organisasi

Seperti halnya dengan sistem organisasi, maka analisis sistem adalah pemecahan
masalah secara ilmiah dan interdisipliner  Bedanya dengan sistem organisasi adalah
analisis sistem membagi keseluruhan menjadi bagian-bagian dan kemudian merakit 
kembali bagian-bagian ini menjadi sejenis keseluruhan sebaliknya analisa kuantitatif 
selalu bekerja menurut organisasi yang telah ada.
 

B.   Tugas dan Tanggung Jawab Manajer


a.  Top Management (Manajemen Tingkat Atas)   
Kebutuhan sistem informasi bagi pihak top management memiliki ciri-ciri sebagai berikut,yaitu:
 
1)    Bekerja untuk mengonsep dan mewujudkan visi dan misi perusahaan. 
2)    Merancang strategi perusahaan secara keseluruhan, termasuk memutuskan kebijakan akuisisi (perolehan atau pemerolehan) dan merger (penyatuan usaha sehingga tercapai pemilikan dan/atau pengawasan bersama; penggabungan)

b.  Middle Management (Manajemen Tingkat Menengah) 
Kebutuhan sistem informasi bagi pihak middle management memiliki ciri-ciri sebagai berikut, yaitu :

1)    Middle management bertugas menjembatani informasi yang berhubungan antara top   dan lower    management. 
2)    Mengedepankan konsep efektivitas dalam melaksankan pekerjaan. 
3)    Bertanggungjawab terhadap pekerjaan yang dilakukan oleh pihak lower management, dan berusaha memperkecil risiko pekerjaan yang akan terjadi nantinya. 
4)    Middle management bertugas mengkoordinir unit-unit yang ada di lower management. 


ANALISIS SISTEM


Analisis sistem adalah kunci yang digunakan perencanaan dalam proses pemecahan masalah, ini direncanakan untuk menentukan apayang dapat dijalankan untuk perencanaan sistem dan direncanakan dengan analisis kebutuhan dan mengidentifikasi alternatif  yang mungkin dilaksanakan.


   Alasan Penggunaan Analisis Sistem 


Menurut Winardi, pada langkah awal seorang analis harus memahami dan mengerti
mengapa ia menggunakan analisis sistem dan tentunya dilandasi oleh beberapa alasan,
diantaranya adalah sebagai berikut: 

1.      Penggunaan analisis sistem sebagai alat untuk memecahkan masalah organisasi yang berhubungan dengan penetapan waktu, peramalan,control persediaan yang perlu diperbaiki.
2.      Penggunaan analisis sistem karena adanya penerapan peraturan baru dalam organisasi, seperti undang-undang baru, praktek akunting baru, jasa organisatoris baru, ataupun praktek manajemen yang baru.
3.      Penggunaan analisis sistem karena adanya keinginan untuk mengimplementasikan sebuah ide baru, teknologi baru maupun teknik baru dalam organisasi, seperti; OCR (optical character recognition) untuk mencatat pesanan-pesanan para langganan yang menyebabkan terjadinya sistem baru dalam organisasi.
4.      Analisis sistem dapat digunakan karena adanya suatu keinginan untuk menemukan cara yang lebih dalam melakukan suatu pekerjaan. 



SISTEM DESAIN KERJA



1.         Desain Pekerjan

Desain pekerjaan ialah proses penentuan tugas-tugas yang akan dilaksanakan,
metode-metode yang digunakan untuk melaksanakan tugas, dan bagaimana pekerjaan
tersebut berkaitan dengan pekerjaan lainnya dalam organisasi

        Manfaat desain pekerjaan memiliki tujuan agar : 

·         Efisiensi operasional, produktifitas dan kualitas pelayanan menjadi optimal.
·         Fleksibilitas dan kemampuan melaksanakan proses kerja secara horizontal dan hirarki.
·         Minat, tantangan, dan prestasi menjadi optimal.
·         Tanggung  jawab tim ditetapkan sedemikian rupa, sehingga bisa meningkatkan kerja sama dan efektifitas tim.
·         Integrasi kebutuhan individu karyawan dengan kebutuhan organisasi. 


2.    Mendesain Kembali Pekerjaan (job redesign)

Dapat disimpulkan mendisegn kembali pekerjaan merupakan kegiatan merancang
atau menyusun kembali rencana-rencana yang telah dibuat tentang tugas-tugas dari
pekerjaan para pegawai sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan individu.

Luthans mengemukakan bahwa untuk mendesain kembali pekerjaan dapat
digunakan berbagai cara, antara lain :

1.  Memvariasikan keterampilan
2.  Mengidentifikasi Tugas
3.  Mengsignifikan tugas-tugas
4.  Otonomi pekerjaan
5.  Memberikan umpan balik terhadap pekerjaan sendiri
6. Memberikan umpan terhadap agen-agen 


3.    Pendekatan dan Teknik Desain Kerja (job design)

. Friederick Taylor mengemukakan beberapa pendekatan yang dapat digunakan oleh para pimpinan untuk mendesain pekerjaan dan mendesain kembali pekerjaan baik berupa tugas-tugas kelompok maupun individu.


Pendekatan tersebut diantaranya adalah:


1.    Setiap pekerjaan diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang berlainan yang selalu dimulai dari awal dan selalu diakhiri dengan baik.
2.    Diusahakan bagaimana para pekerja dapat menganalisa penampilan kerja, maupun gerak gerik mereka dalam bekerja.
3.    Memeriksa beberapa alternative atau cara yang efisien untuk  mengerjakan tugas.
4.    Melatih para pekerja untuk dapat melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien.  


4.   Teknik-teknik Mendesain Kerja

Rotasi Kerja (job rotation)
rotasi kerja adalah variasi horizontal atau perpindahan pekerjaan secara horizontal.
Perpindahan pekerjaan secara horizontal dapat diterapkan padahal-hal dasar yang
dirancang ,yakni dengan program latihan dimana para pegawai memerlukan waktu
lebih kurang tiga bulan dalam suatu aktivitas, kemudian baru dilanjutkan dengan 
pekerjaan yang lain. 

Perluasan Kerja (job enlargement)
  Stoner menjelaskan bahwa perluasan pekerjaan dapat menanggulangi ketidakpuasan
pegawai dalam bekerja, dengan cara meningkatkan bidang pekerjaannya, dimana
pekerjaan dikombinasikan sesuai dengan fungsi horizontal dari suatu unit organisasi


Pengayaan kerja (job enrichment) 
Pengayaan kerja berusaha untuk menghilangkan ketidakpuasan kerja dengan
meningkatkan kedalaman pekerjaan. Menurut stoner dalam pengayaan kerja kegiatan-
kegiatan kerja dari suatu bidang vertical dari suatu unit organisasi dikombinasikan 
dalam suatu bentuk pekerjaan ,sehingga pegawai dapat merasakan adanya otonomi 
pada pelaksanaan pekerjaan yang lebih besar

 
 
Diberdayakan oleh Blogger.

About us

Translate

Pages

Flickr Images

Like us on Facebook